Inpirasi Suara Rakyat

Inpirasi Suara Rakyat

"Ketua Komisi II DPRD Badung Terima Kunjungan Mahasiswa FISIP Universitas Slamet Riyadi."

post-title

penyerahan cenderamata antara pihak DPRD Badung dan Universitas Slamet Riyadi, serta foto bersama sebagai kenang-kenangan.

SUARAHATIDEWATA.COM,BADUNG- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Badung, I Made Sada, menerima kunjungan sekitar 150 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi Surakarta pada Selasa (4/11/2025). Para mahasiswa yang datang dalam rangka kunjungan studi ini didampingi oleh dosen pendamping, Haryo Kusumo Aji, dan diterima langsung di Ruang Rapat DPRD Badung.

Dalam sambutannya, Haryo Kusumo Aji menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa melalui pembelajaran langsung di lembaga pemerintahan yang relevan dengan bidang keilmuan mereka. “Kunjungan ini kami lakukan untuk memperluas wawasan mahasiswa, khususnya mengenai strategi pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur komunikasi digital,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Badung, I Made Sada, dalam kesempatan itu menjelaskan profil lembaga legislatif daerah tersebut. “DPRD Kabupaten Badung memiliki 45 anggota, terdiri atas satu ketua, tiga wakil ketua, dan 41 anggota lainnya,” ujarnya.

Ia merinci komposisi keanggotaan DPRD Badung, yakni 27 anggota dari PDI Perjuangan, 11 dari Partai Golkar, 4 dari Partai Gerindra, dan 3 dari Partai Demokrat. “DPRD Badung memiliki tiga fraksi, yakni Fraksi PDI Perjuangan yang berkoalisi dengan Partai Demokrat dengan total 30 anggota, Fraksi Golkar dengan 11 anggota, dan Fraksi Gerindra dengan 4 anggota,” jelasnya.

Lebih lanjut, Made Sada menjelaskan tiga fungsi utama DPRD, yaitu fungsi legislasi dalam hal pembentukan peraturan daerah, fungsi anggaran (budgeting), dan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. “Ketiga fungsi ini dijalankan untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat terwakili dengan baik,” ujarnya.

Menjawab tema kunjungan terkait infrastruktur komunikasi digital, Made Sada menegaskan bahwa digitalisasi telah menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan Kabupaten Badung. “Digitalisasi merupakan keniscayaan. Di Badung, sistem digital diterapkan hampir di semua layanan publik,” tegasnya.

Salah satu bentuk nyata implementasi digitalisasi adalah program “Kontak Bupati”, sebuah platform yang dapat diakses melalui berbagai media seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Program ini memungkinkan warga melaporkan langsung berbagai permasalahan di lapangan, seperti jalan rusak atau lampu penerangan jalan mati. “Dalam waktu singkat, laporan warga akan langsung ditangani oleh instansi terkait,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Badung juga telah memasang jaringan fiber optic dan menyediakan wifi gratis di berbagai lokasi publik, mulai dari objek wisata, sekolah, rumah sakit, puskesmas, balai banjar, hingga pura. “Melalui wifi gratis ini, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk berbagai keperluan, termasuk memasarkan produk UMKM, sementara siswa dapat menggunakannya untuk kegiatan belajar,” ujarnya.

Di bidang keamanan, Badung juga telah menerapkan CCTV analitik yang mampu merekam wajah dan nomor plat kendaraan secara akurat. Menurut Made Sada, teknologi ini berfungsi untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama di lokasi-lokasi vital seperti Jembatan Tukad Bangkung di Kecamatan Petang. “Jembatan ini dulu sering digunakan untuk aksi bunuh diri, namun berkat sistem CCTV analitik, beberapa kejadian berhasil dicegah karena petugas bisa memantau aktivitas warga secara real time,” ungkapnya.

Dalam sesi tanya jawab, para mahasiswa juga menanyakan sejumlah hal lain, mulai dari kebijakan Pemkab Badung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat mengingat APBD-nya yang cukup besar—mencapai lebih dari Rp10 triliun—hingga penanganan persoalan sampah.

Kunjungan diakhiri dengan sesi penyerahan cenderamata antara pihak DPRD Badung dan Universitas Slamet Riyadi, serta foto bersama sebagai kenang-kenangan.